Pendahuluan: Shivering merupakan komplikasi umum pasca spinal anestesi yang dapat mengganggu kenyamanan pasien dan meningkatkan kebutuhan oksigen tubuh. Faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian shivering antara lain usia dan lama operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan lama operasi dengan derajat shivering pada pasien post spinal anestesi tindakan sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling di RS Emanuel Banjarnegara. Data dikumpulkan melalui lembar observasi derajat shivering menurut kriteria Alfonsi dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden berusia 26–35 tahun (60%) dan menjalani operasi ≤ 60 menit (66%). Derajat shivering terbanyak adalah derajat 1 (40%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan derajat shivering (ρ = 0,470; p = 0,001), serta antara lama operasi dan derajat shivering (ρ = 0,546; p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan lama operasi dengan derajat shivering pada pasien pasca spinal anestesi sectio caesarea. Pasien usia produktif dan dengan durasi operasi singkat cenderung mengalami shivering ringan atau tidak sama sekali.
Copyrights © 2026