Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan 50 responden yang terdiri dari 25 balita stunting dan 25 balita tidak stunting. Pengumpulan data di lakukan melalui kuisioner dan dianalisis dengan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p=0,000) dengan nilai OR=21, yang berarti ibu dengan dengan riwayat KEK memiliki resiko 21 kali lebih besar melahirkan anak stunting di bandingkan ibu tanpa riwayat KEK. Sementara itu, faktor pendapatan keluarga (p=0,440) OR = 1,83 dan pekerjaan ibu (p=0,221) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, riwayat KEK merupakan faktor resiko utama dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil sangat penting sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
Copyrights © 2026