Post Anesthesia Shivering (PAS) merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea yang dapat meningkatkan konsumsi oksigen, risiko hipoksemia, dan memperpanjang masa pemulihan. Penelitian analitik cross-sectional ini bertujuan menganalisis faktor determinan PAS di IBS RSUD Ngudi Waluyo. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dari sampel pasien post sectio caesarea, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda metode backward likelihood ratio. Hasil analisis bivariat menunjukkan empat variabel memenuhi kriteria untuk analisis multivariat: suhu lingkungan (p=0,080), status fisik ASA (p=0,005), komorbid (p=0,004), dan lama pembedahan (p=0,014). Analisis regresi logistik multivariat mengungkapkan komorbiditas sebagai faktor dominan dengan p=0,001 dan Exp(B)=12,065 (95% CI: 1,980-75,602), menunjukkan pasien dengan komorbid memiliki risiko 12 kali lebih besar mengalami PAS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa suhu lingkungan, status ASA, komorbid, dan lama operasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian PAS, dengan komorbiditas sebagai determinan paling dominan. Temuan ini merekomendasikan perlunya skrining komprehensif dan intervensi preventif khusus pada pasien dengan komorbiditas untuk menurunkan insidensi PAS pasca anestesi spinal.
Copyrights © 2026