Bencana merupakan salah satu kasus paling sulit bagi institusi kesehatan yang dapat mengganggu fungsi layanan kesehatan. Rencana penanggulangan bencana sangat penting dalam memastikan kesiapsiagaan dan respon rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) dalam menghadapi bencana. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriftif kualitatif. Teknik dengan wawancara mendalam kepada 10 orang informan, observasi lapangan dengan menggunakan Hospital Safety Index (HSI) dan telaah dokumen kesiapan bencana. Murni Teguh Memorial Hospital memiliki indeks kesiapsiagaan tinggi (0,72; Overall A), menandakan siap memberikan pelayanan saat darurat. Analisis kualitatif menunjukkan kesiapan menghadapi bahaya internal baik, namun kesiapan penanganan bahaya eksternal perlu ditingkatkan. Kesiapan struktural dan non-struktural baik, tetapi perlu evaluasi berkala. Manajemen pengelolaan kondisi darurat dan bencana sudah dipersiapkan dengan baik, tetapi regulasi transportasi evakuasi pasien, pengantaran maupun penjemputan tenaga medis, distribusi obat-obatan dan peralatan medis saat bencana belum tertulis. Tim Siaga Bencana dan koordinasi eksternal ada, namun Memorandum of Understanding (MOU) dengan lembaga-lembaga seperti Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepolisian belum tersedia. Pengetahuan staf baik, tetapi materi pelatihan kurang variatif dan spesifik tentang penanganan bencana eksternal. Beberapa dokumen kesiapan bencana belum sesuai dengan Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana Kemenkes 2024. Murni Teguh Memorial Hospital memiliki kesiapsiagaan tinggi (HSI 0,72 – Overall A) dan dinilai mampu menghadapi kondisi darurat, namun masih terdapat kekurangan pada kesiapan menghadapi bencana eksternal, belum adanya MOU dengan instansi terkait, regulasi teknis evakuasi dan distribusi logistik belum tertulis, serta beberapa dokumen belum sesuai Pedoman RS Aman Bencana Kemenkes 2024
Copyrights © 2026