Latar belakang: Kecemasan praoperasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung. Salah satu faktor penyebab utama kecemasan tersebut adalah kurangnya pemahaman pasien terhadap prosedur bedah dan anestesi yang akan dijalani. Pemberian informasi yang jelas kepada pasien mengenai tindakan pre operasi sangat diperlukan, salah satunya adalah melalui pemberian edukasi preoperatif. Tujuan: mengetahui tingkat kecemasan sebelum dan sesudah edukasi pada pasien pra pembedahan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan studi deskriptif pada pasien pra operasi untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah edukasi. Responden dalam pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 pasien. Alar ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien dengan Kuesioner APAIS. Hasil: Usia yang paling dominan yaitu usia 26-35 tahun (53,3%), Pekerjaan yang paling dominan adalah Buruh (43,3%) dan tingkat pendidikan yang paling dominan yaitu SMP (30%). Tingkat kecemasan sebelum dilakukan edukasi yang paling dominan adalah tingkat kecemasan yang paling dominan pada kategori sedang (60%). Hasil kecemasan setelah dilakukan edukasi yang paling dominan dengan kategori tidak cemas (43,4%).
Copyrights © 2026