p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Nyeri Tenggorokan Post Intubasi Endotrakeal Tube (ETT) Dan Laringeal Mask Airway (LMA) Dengan Anestesi Umum Di RSUD Cibabat Rayhan Fitra Ramadhan; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.104

Abstract

Post–Operative Sore Throat (POST) menjadi salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan pasien setelah general anestesi. Insidensi nyeri tenggorokan pasca operasi memiliki angka bervariasi sekitar 14,1%–50% pada pasien yang dilakukan ekstubasi. Tujuan: Mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pasca operasi pada pasien yang mengalami anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini penulis mengambil metode sampling No Random Sampling dengan teknik sampling purposive sampling. Bentuk analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian nyeri tenggorokan pasca intubasi intubasi ETT didapatkan sebanyak 15 orang tidak mengalami nyeri, 21 orang mengalami nyeri ringan, 7 orang mengalami nyeri sedang, dan 2 orang mengalami nyeri berat. Sedangkan pada intubasi LMA didapatkan 33 orang tidak mengalami nyeri, 10 orang mengalami nyeri ringan, 2 orang mengalami nyeri sedang dan tidak ada yang mengalami nyeri berat. Kesimpulan: Respon nyeri tenggorokan pasca intubasi terbanyak yaitu pada penggunaan endotracheal tube dibandingkan penggunaan laryngeal mask airway
Edukasi Dalam Upaya Untuk Mengurangi Kecemasan Pasien Pra Pembedahan Dan Anestesi Di RS Jatiwinangun Purwokerto Rizki Ananda; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.423

Abstract

Latar belakang: Kecemasan praoperasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung. Salah satu faktor penyebab utama kecemasan tersebut adalah kurangnya pemahaman pasien terhadap prosedur bedah dan anestesi yang akan dijalani. Pemberian informasi yang jelas kepada pasien mengenai tindakan   pre operasi sangat diperlukan, salah satunya adalah melalui pemberian edukasi preoperatif. Tujuan: mengetahui tingkat kecemasan sebelum dan sesudah edukasi pada pasien pra pembedahan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan studi deskriptif pada pasien pra operasi untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah edukasi. Responden dalam pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 pasien. Alar ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien dengan Kuesioner APAIS. Hasil: Usia yang paling dominan yaitu usia 26-35 tahun (53,3%), Pekerjaan yang paling dominan adalah Buruh (43,3%) dan tingkat pendidikan yang paling dominan yaitu SMP (30%).  Tingkat kecemasan sebelum dilakukan edukasi yang paling dominan adalah tingkat kecemasan yang paling dominan pada kategori sedang (60%). Hasil kecemasan setelah dilakukan edukasi yang paling dominan dengan kategori tidak cemas (43,4%).