Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Nyeri Tenggorokan Post Intubasi Endotrakeal Tube (ETT) Dan Laringeal Mask Airway (LMA) Dengan Anestesi Umum Di RSUD Cibabat Rayhan Fitra Ramadhan; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.104

Abstract

Post–Operative Sore Throat (POST) menjadi salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan pasien setelah general anestesi. Insidensi nyeri tenggorokan pasca operasi memiliki angka bervariasi sekitar 14,1%–50% pada pasien yang dilakukan ekstubasi. Tujuan: Mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pasca operasi pada pasien yang mengalami anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini penulis mengambil metode sampling No Random Sampling dengan teknik sampling purposive sampling. Bentuk analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian nyeri tenggorokan pasca intubasi intubasi ETT didapatkan sebanyak 15 orang tidak mengalami nyeri, 21 orang mengalami nyeri ringan, 7 orang mengalami nyeri sedang, dan 2 orang mengalami nyeri berat. Sedangkan pada intubasi LMA didapatkan 33 orang tidak mengalami nyeri, 10 orang mengalami nyeri ringan, 2 orang mengalami nyeri sedang dan tidak ada yang mengalami nyeri berat. Kesimpulan: Respon nyeri tenggorokan pasca intubasi terbanyak yaitu pada penggunaan endotracheal tube dibandingkan penggunaan laryngeal mask airway
Edukasi Dalam Upaya Untuk Mengurangi Kecemasan Pasien Pra Pembedahan Dan Anestesi Di RS Jatiwinangun Purwokerto Rizki Ananda; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.423

Abstract

Latar belakang: Kecemasan praoperasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung. Salah satu faktor penyebab utama kecemasan tersebut adalah kurangnya pemahaman pasien terhadap prosedur bedah dan anestesi yang akan dijalani. Pemberian informasi yang jelas kepada pasien mengenai tindakan   pre operasi sangat diperlukan, salah satunya adalah melalui pemberian edukasi preoperatif. Tujuan: mengetahui tingkat kecemasan sebelum dan sesudah edukasi pada pasien pra pembedahan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan studi deskriptif pada pasien pra operasi untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah edukasi. Responden dalam pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 pasien. Alar ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien dengan Kuesioner APAIS. Hasil: Usia yang paling dominan yaitu usia 26-35 tahun (53,3%), Pekerjaan yang paling dominan adalah Buruh (43,3%) dan tingkat pendidikan yang paling dominan yaitu SMP (30%).  Tingkat kecemasan sebelum dilakukan edukasi yang paling dominan adalah tingkat kecemasan yang paling dominan pada kategori sedang (60%). Hasil kecemasan setelah dilakukan edukasi yang paling dominan dengan kategori tidak cemas (43,4%).
The Effect of Breast Care Actions on Infant Breast Milk Adequacy in Post-Partum Mothers at the Banyumas Regional General Hospital Eka Susi Indriani Eka; Tin Utami; Linda Yanti
PROMOTOR Vol. 7 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i2.590

Abstract

Breast milk plays an important role in a child's growth and development. Breast milk is the ideal food for infants that provides age-appropriate nutrients, immunological factors and anti-bacterial substances. A baby's growth is greatly influenced by the release of breast milk. Rapid growth can occur at the age of 2 weeks, 6 weeks and 3 months at which time more breast milk is needed. The adequacy of breast milk produced by post partum mothers is one of the needs for infants, the lack of breastfeeding will have an impact on infant growth and development. One of the efforts that can be made to increase the smooth production of breast milk is breast care. Quasy Experimental research design with One Group Pre Test-Post Test Design type. The sample in this study were 24 respondents using accidental sampling technique. Data analysis was determined by pairedsample t-test. The results of the paired sample t- test, showed a p-value of 0.000 (p <0.05), so it can be concluded that there is a significant influence, breast care actions on the adequacy of infant breast milk in post partum mothers at Banyumas Hospital. This study is expected to add information to mothers about the effect of breast care actions on the adequacy of infant breast milk in post partum mothers.
Terapi Pijat Guna Membantu Proses Penyembuhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Siti Nurbariyah; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Linda Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i2.204

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ pernapasan bagian atas dan organ pernapasan bagian bawah. Penyebab infeksi ini diantaranya ialah virus, jamur dan bakteri. Diperkirakan setiap anak mengalami ISPA 3-6 kali per tahunnya. Berdasarkan hasil utama Riskesdas (Riset kesehatan dasar) pada tahun 2018 menunjukkan prevalensi ISPA di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan hasil utama Riskesdas pada tahun 2013 yaitu dari 25% menjadi 9,3% dan prevalensi ISPA pada balita sebesar 7,8%. Pada tahun 2019 jumlah kunjungan balita batuk atau kesulitan bernapas sebesar 7.047.834 kunjungan dan pada tahun 2020 menjadi 4.972.553 kunjungan, terjadi penurunan 30% dari kunjungan tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi pijat guna membantu proses penyembuhan infeksi saluran pernapasan akut pada balita.
Pemberian Pisang Ambon Pada Ibu Hamil Tira Nurjanah; Linda Yanti; Surtiningsih Surtiningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i2.269

Abstract

Kehamilan merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita yang didalam rahimnya terdapat embrio atau fetus. Kehamilan dimulai pada saat masa konsepsi hingga lahirnya janin, dan lamanya kehamilan dimulai dari ovulasi hingga partus yang diperkirakan sekitar 40 minggu dan tidak melebihi 43 minggu. Penyakit hipertensi dalam kehamilan (Preeklampsia dan Eklampsia) menjadi salah satu dari tiga penyebab utama kematian ibu disamping perdarahan dan infeksi. Konsumsi pisang ambon sangat efektif menurunkan tekanan darah pada ibu hamil karena pisang ambon merupakan buah yang tinggi kalium dan rendah natrium pemberian pisang ambon pada ibu hamil yaitu sebanyak 1buah pisang berukuran sedang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus ini dilakukan pada Ny D umur 37 tahun G2 P1 A0 Ah1 Umur kehamilan 30 minggu 2 hari hamil dengan Hipertensi Kronik di Puskesmas Pagedongan Banjarnegara. Cara pengumpulan data dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik secara lengkap atau head to toe. Hasil Penleitian; berdasarkan studi kasus didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian pisang ambon dan pisang mas terhadap tekanan darah. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk memvariasikan jenis pisang dan dosis yang diberikan, serta melakukan uji kadar kalium pada buah pisang.
Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Indah Purwati; Surtiningsih Surtiningsih; Linda Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v3i1.325

Abstract

Anemia is a condition of reduced red blood cells or commonly referred to as erythrocytes in blood circulation or hemoglobin so that they are unable to fulfill their function as oxygen carriers to all tissues (Astuti & Ertiana, 2018). Anemia can indirectly cause complications such as abortion (1.6%), premature labor (10%), infection (5.5%), causing his disorder (4%), the first stage lasts a long time (1.8%), the second stage lasts a long time (4.9%), postpartum hemorrhage (30.1%), low birth weight (62%), (Kemenkes RI, 2017). In addition to standard care, there is also care that can be given as an additional effort to increase hemoglobin levels in pregnant women, namely by consuming Ambon banana, spinach juice, honey, chicken liver, guava juice and green bean juice. According to the results of research by Dewi, et al (2017), consuming mung bean juice 2x/250ml for 14 days is very effective in increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia. Case Presentation: Mrs. E, 23 years old, G1P0A0Ah0, 35 weeks and 3 days of gestation, came to the health center wanting to check her condition with the main complaint recently feeling dizzy, weak and easily tired when doing daily activities. On general examination, it was found that BP: 100/60 mmHg, N: 82 x/minute, S: 36.5, R: 22 x/minute. Special examination found that the eyes and conjunctiva were slightly pale, the rest were within normal limits. In the supporting examination, the result of Hb was less than the normal limit of 10.2g/dl. Conclusion: After midwifery care was performed by providing complementary care of green bean extract 2x/250ml for 7 days, Mrs E's Hb increased from 10.2g/dl to 11.1 g/dl, eyes and conjunctiva were no longer pale.