Wasting merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang memiliki resiko kematian tertinggi dari semua masalah gizi pada anak. Angka prevalensi wasting di Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun. Namun, pada tahun 2022, angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,6 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menjadi sebesar 7,7 persen. Salah satu faktor penyebab wasting adalah asupan makan. Asupan makan balita wasting dapat dipengaruhi oleh pola pemberian makan yang tidak tepat dan keragaman makan yang rendah. Wasting berdampak pada balita seperti adanya gangguan kognitif bahkan menyebabkan risiko kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi dan analisis terhadap kejadian wasting pada balita (0-59 bulan) di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan di puskesmas Kabupaten Pasaman. Sampel kuantitatif 116 orang dengan menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Analisis data uji chi-square. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara kejadian wasting dengan keberagaman makanan (0.000, OR 5.359) di Kabupaten Pasaman. Balita yang wasting banyak terjadi pada balita yang konsumsi makanan yang tidak beragam, walaupun pada balita yang wasting ada yang pola konsumsi makanan yang beragam. Hal ini disebabkan oleh factor lain seperti penyakit infeksi. Hasil penelitian keberagaman makanan dengan kejadian wastingdi Kabupaten Pasaman memiliki pengaruh yang signifikan, oleh karena itu diperlukan kerjasama lintas sektor dalam meningkatkan keberagaman makanan pada bayi dalam mencegah wasting.
Copyrights © 2026