Nyeri pada anak yang dirawat sering kali tidak terdiagnosis dan kurang tertangani (under-treated) akibat keterbatasan verbalisasi. Penyebab utama meliputi prosedur invasif seperti pemasangan infus (83% pada anak prasekolah), trauma, atau penyakit. Manajemen efektif memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis salah satunya dengan penerapan Art of Distraction. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas art of distraction terhadap penurunan tingkat nyeri pada anak yang di rawat di RSUD Arifin Achmad. Jenis penelitian kuantitatif desain Quasi Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest. Jumlah sampel penelitian 30 orang, dengan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer. Instrumen penelitian menggunakan pensil warna dan buku gambar, serta lembar observasi nyeri. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 20, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian lebih dari separuh responden memiliki tingkat nyeri sedang sebelum diberikan intervensi mayoritas sebanyak 20 responden (66,7%) dan sesudah diberikan intervensi mayoritas sebanyak 24 responden (80,0%) dengan tingakt nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon didapat p-value 0.001 < 0,05. Kesimpulan penelitian ada pengaruh aktivitas art of distraction terhadap tingkat nyeri pada anak yang melakukan pengobatan di RSUD Arifin Achmad dengan p-value 0.001. Diharapkan pada pihak rumah sakit dapat menerapkan aktivitas art of distraction untuk mengatasi masalah nyeri pada anak yang menjalani pengobatan dirumah sakit.
Copyrights © 2026