Latar Belakang: Keperawatan bencana merupakan komponen kunci dalam sistem penanggulangan bencana karena perawat terlibat pada seluruh fase manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut peran perawat yang kompeten dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tujuan: Artikel ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis kebijakan internasional (Sendai Framework dan WHO Health EDRM), kebijakan nasional Indonesia, serta bukti penelitian terkini mengenai peran, kompetensi, tantangan, dan upaya penguatan kapasitas keperawatan bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar terhadap artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perawat berkontribusi signifikan dalam kesiapsiagaan komunitas, pelaksanaan triase, penanganan trauma dan non-trauma, dukungan kesehatan mental, serta rehabilitasi pascabencana. Namun, implementasi keperawatan bencana masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dukungan organisasi yang belum optimal, serta perlindungan keselamatan kerja yang belum memadai. Kesimpulan: Keperawatan bencana merupakan bagian integral dari sistem penanggulangan bencana dan memerlukan penguatan melalui integrasi kurikulum keperawatan bencana, pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dan ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana.
Copyrights © 2026