Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN ONKOLOGI : A SCOPING REVIEW Mulyadi, Dirga Dijaya; Hardianti, Anugerah; Bilal, Muhammad; Suparman, Suparman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55537

Abstract

Pasien kanker sering mengalami masalah psikososial yang signifikan selama perjalanan penyakit dan pengobatan. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dari praktik keperawatan onkologi, namun bentuk dan implementasinya masih beragam dan belum terpetakan secara komprehensif. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan peran dukungan psikososial dalam praktik keperawatan onkologi pada pasien kanker dewasa. Penelitian ini menggunakan desain scoping review berdasarkan kerangka Levac et al. dan pedoman PRISMA-ScR dengan pendekatan Population–Concept–Context (PCC). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, CINAHL, Scopus, dan ProQuest. Artikel penelitian primer berbahasa Inggris yang membahas dukungan psikososial dalam praktik keperawatan onkologi diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 28 artikel dianalisis secara deskriptif dan disintesis menggunakan analisis tematik. Analisis mengidentifikasi tujuh tema utama, yaitu peran perawat dalam dukungan psikososial, komunikasi terapeutik, edukasi psikososial, intervensi keperawatan berbasis self-efficacy, dukungan keluarga dan sosial, dampak dukungan psikososial terhadap pasien kanker, serta hambatan pelaksanaannya. Dukungan psikososial yang diberikan perawat secara konsisten berhubungan dengan penurunan kecemasan dan distress, peningkatan coping dan self-efficacy, serta perbaikan kualitas hidup pasien kanker. Dukungan psikososial merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan onkologi dan perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam standar asuhan keperawatan. Penguatan kompetensi perawat dan dukungan organisasi diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan onkologi berbasis bukti.
Keperawatan Bencana Sebagai Bagian Dari Sistem Penanggulangan Bencana: Tinjauan Sistematis Suparman, Suparman; Indiriadi, Indiriadi; Mulyadi, Dirga Dijaya; Ratuanik, Juliana Novly
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.634

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan bencana merupakan komponen kunci dalam sistem penanggulangan bencana karena perawat terlibat pada seluruh fase manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut peran perawat yang kompeten dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tujuan: Artikel ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis kebijakan internasional (Sendai Framework dan WHO Health EDRM), kebijakan nasional Indonesia, serta bukti penelitian terkini mengenai peran, kompetensi, tantangan, dan upaya penguatan kapasitas keperawatan bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar terhadap artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perawat berkontribusi signifikan dalam kesiapsiagaan komunitas, pelaksanaan triase, penanganan trauma dan non-trauma, dukungan kesehatan mental, serta rehabilitasi pascabencana. Namun, implementasi keperawatan bencana masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dukungan organisasi yang belum optimal, serta perlindungan keselamatan kerja yang belum memadai. Kesimpulan: Keperawatan bencana merupakan bagian integral dari sistem penanggulangan bencana dan memerlukan penguatan melalui integrasi kurikulum keperawatan bencana, pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dan ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana.