Latar Belakang: Dalam keadaan normal, kehamilan berlangsung tanpa hambatan hingga proses persalinan. Namun, pada sebagian kasus, kondisi fisiologis ini dapat berkembang menjadi kehamilan risiko tinggi, yaitu keadaan di mana terdapat satu atau lebih faktor yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin Menurut World Health Organization, sekitar 15–20% wanita hamil di dunia tergolong dalam kategori kehamilan risiko tinggi yang berisiko mengalami komplikasi obstetrik serius, seperti ruptur uteri, perdarahan, dan preeklamsia Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Daerah Aliran Sungai Kahayan UPTD Puskesmas Pahandut Metode: Desain penelitian yang digunakan preeksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Pahandut pada bulan Oktober dengan jumlah sampel sebanyak 40 sampel. Teknik pengambilan sampling yang digunakan Adalah accidental sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini Adalah kuisioner dan data di anasilis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan (p = 0,000 < α = 0,05). Selain itu, terdapat pula perbedaan sikap ibu yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000 < α = 0,05). Kesimpulan: Intervensi pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap ibu.
Copyrights © 2026