Parasetamol obat yang umum digunakan untuk penghilang nyeri dan demam harus diwaspadai terkait efek samping yang ditimbulkan. Meskipun parasetamol merupakan obat yang aman tetapi jika tidak digunakan secara tepat efek samping hepatotoksik dapat terjadi. Sumber radikal bebas dapat berasal dari endogen (mitokondria, retikulum endoplasma, sel fagositosis) maupun eksogen (polusi, alkohol, merokok, logam berat, pestisida, obat seperti halotan, parasetamol dan radiasi). Obat bisa berperan sebagai sumber radikal bebas jika fungsi hepar sebagai organ pemetabolisme tidak berperan sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efek kefir dalam mencegah kerusakan hepar akibat toksisitas parasetamol. Malondialdehid (MDA) digunakan sebagai marker terjadinya stress oksidatif dan kerusakan hepar sebagai organ pemetabolisme yang dapat ditentukan kadarnya dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kefir pada dosis 1,15 x 108 CFU/ml sebanyak 1 ml mampu menurunkan kadar MDA hepar. Kefir mengandung vitamin C dan E serta mineral yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menghambat ataupun menetralkan terbentuknya radikal bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kefir mampu memperbaiki kerusakan hepar karena efek hepatotoksik parasetamol pada dosis tersebut.
Copyrights © 2023