Windaniyah Sri Rahayu
Akademik Analis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Kefir dalam Mencegah Kerusakan Hepar Akibat Toksisitas Parasetamol Erna Susanti; Windaniyah Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.10513

Abstract

Parasetamol  obat yang umum digunakan untuk penghilang nyeri dan demam harus diwaspadai terkait efek samping yang ditimbulkan. Meskipun parasetamol merupakan obat yang aman tetapi jika tidak digunakan secara tepat efek samping hepatotoksik dapat terjadi. Sumber  radikal bebas dapat berasal dari endogen (mitokondria, retikulum endoplasma, sel fagositosis) maupun eksogen (polusi, alkohol, merokok, logam berat, pestisida, obat  seperti halotan, parasetamol dan radiasi). Obat  bisa berperan sebagai sumber radikal bebas jika fungsi hepar sebagai organ pemetabolisme tidak berperan sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efek kefir dalam mencegah kerusakan hepar akibat toksisitas parasetamol. Malondialdehid (MDA) digunakan sebagai marker terjadinya stress oksidatif dan kerusakan hepar sebagai organ pemetabolisme yang dapat ditentukan kadarnya dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kefir pada dosis 1,15 x 108 CFU/ml sebanyak 1 ml mampu menurunkan kadar MDA hepar. Kefir mengandung vitamin C dan E serta mineral yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menghambat ataupun menetralkan terbentuknya radikal bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kefir mampu memperbaiki kerusakan hepar karena efek hepatotoksik parasetamol pada dosis tersebut.