Pendahuluan: Turi putih (Sesbania grandiflora L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, fenolik, dan tanin. Senyawa fenolik berperan penting sebagai antioksidan, namun penelitian tentang kadar total fenol pada batang turi masih terbatas. Penggunaan metode fraksinasi dengan berbagai pelarut digunakan karena setiap pelarut memiliki tingkat kepolaran berbeda sehingga mampu memisahkan senyawa aktif secara lebih spesifik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya senyawa fenol pada ekstrak batang turi putih serta menentukan fraksi pelarut yang menghasilkan kadar total fenol tertinggi. Metode: Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 70% yang kemudian difraksinasi dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Kadar total fenol diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan larutan standar asam galat dan pereaksi Folin-Ciocalteu. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari ketiga fraksi menunjukkan bahwa semua fraksi mengandung senyawa fenol. Fraksi n-heksan memiliki kandungan fenol sebesar 10,875 mg GAE/g, fraksi etil asetat sebesar 54,835 mg GAE/g dan fraksi etanol sebesar 16,29 mg GAE/g. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kadar fenol yang paling besar dibandingkan dengan fraksi lainnya.
Copyrights © 2026