Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi funneling melalui media sosial dalam meningkatkan fundraising zakat di LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi media sosial lembaga, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang terdiri dari staf Marketing Communication, Customer Relationship Management (CRM), dan Fundraising. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi funneling melalui media sosial belum berjalan secara sistematis dan terintegrasi pada seluruh tahapan funneling. Media sosial lebih dominan dimanfaatkan pada tahap awareness, interest, dan consideration sebagai sarana penyampaian informasi program, pengenalan lembaga, serta pembangunan kepercayaan melalui transparansi penyaluran dana. Pada tahap conversion, proses donasi masih didominasi interaksi personal dan kegiatan offline sehingga kontribusi media sosial terhadap asal donatur belum dapat diidentifikasi secara spesifik. Sementara itu, tahap retention telah dilakukan melalui pengelolaan hubungan donatur oleh CRM, namun belum didukung oleh klasifikasi donatur berbasis media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian digital fundraising dalam lembaga filantropi Islam dengan menunjukkan bahwa media sosial lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dan pembangunan kepercayaan dibandingkan sebagai kanal transaksi donasi secara langsung.
Copyrights © 2026