Meningkatnya resistensi bakteri mendorong pengembangan alternatif antimikroba seperti nanopartikel perak berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon Linn.) serta mengkaji potensinya sebagai agen antibakteri. Sintesis dilakukan dengan metode bioreduksi menggunakan rasio 1:30 antara ekstrak daun melinjo dan larutan AgNO₃, kemudian diamati perubahan warna larutan setiap jam sebagai indikator pembentukan nanopartikel. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FTIR dan PSA. Hasil UV-Vis menunjukkan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang sekitar 421 nm setelah 24 jam, sedangkan nilai PDI sebesar 0,101 menunjukkan distribusi partikel yang relatif homogen dengan diameter ukuran rata-rata 116,2 nm. Hasil FTIR menunjukkan adanya tiga puncak utama pada 3279,51 cm⁻¹, 2114,65 cm⁻¹, dan 1635,42 cm⁻¹ yang mengindikasikan keberadaan gugus –OH, C≡C, dan C=O dari senyawa metabolit sekunder daun melinjo yang berperan dalam proses bioreduksi ion perak (Ag⁺) menjadi Ag⁰. Uji antibakteri dengan metode difusi cakram menunjukkan bahwa AgNPs hasil biosintesis menghasilkan zona hambat terhadap E. coli masing-masing sebesar 1,7 mm pada konsentrasi 50 µg/ml, 1,9 mm pada 75 µg/ml, dan 2,3 mm pada 100 µg/ml, sedangkan terhadap S. aureus sebesar 2 mm pada 50 µg/ml, 4 mm pada 75 µg/ml, dan 11,5 mm pada 100 µg/ml. Kata kunci: Nanopartikel perak, Gnetum gnemon, karakterisasi, bioreduktor, antibakteri
Copyrights © 2026