cover
Contact Name
A. A. Sg. A. Sukmaningsih
Contact Email
sukmaningsih@unud.ac.id
Phone
+6285339155574
Journal Mail Official
journal_metamorfosa@unud.ac.id
Editorial Address
Jl. P.B. Sudirman, Kampus Sudirman, Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Metamorfosa: Journal of Biological Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 26558122     DOI : -
Core Subject : Science,
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences is a peer reviewed electronic scientific journal published biannually March and September by the Masters Program in Biological Sciences Faculty of Mathematics and Natural Sciences Udayana University. The journal publishes original scientific works including research articles review articles literature reviews and case studies in the fields of basic and applied biology as well as related disciplines. Submitted manuscripts must be original unpublished elsewhere and written in either Indonesian or English.
Articles 31 Documents
Karakteristik Telur, Daya Tetas, Pertumbuhan Larva Hermetia illucens, Sintasan Larva Selama Pemeliharaan. Eko Setiyono; Eko Setio Wibowo; Sri Sukmaningrum; Sugiharto Sugiharto; Atang Atang; Trisno Haryanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p1

Abstract

Larva black soldier fly/BSF (Hermetia illucens) atau yang dikenal sebagai maggot berpotensi digunakan sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Sejauh ini maggot telah banyak diaplikasikan sebagai pakan ikan baik dalam bentuk segar, tepung, pelet maupun mikrokapsul. Namun, sampai saat belum ada evaluasi telur maggot yang baik untuk digunakan, daya tetas telur, dan perkembangan maggot yang dipelihara untuk mempertahankan kandungan nutrisinya. Tujuan penelitian adalah memperoleh informasi tentang karakteristik telur, daya tetas dan pertumbuhan Larva H. illucens. Penelitian dilakukan dengan metode survei observasional. Pengamatan dilakukan terhadap model pemeliharaan yang diberikan. Aspek pemeliharan diperhatikan meliputi pemilihan telur, inkubasi, perawatan larva, dan pasca panen. Hasil penelitian diperoleh karakter telur meliputi warna telur yang terdiri dari warna putih (telur usia 0 jam oviposisi), warna kuning (telur usia 6 jam setelah oviposisi), warna kuning keemasan (usia 24 jam setelah oviposisi), dan warna coklat (usai 48 jam telur oviposisi), rata-rata panjang per butir telur 1 mm, rata-rata bobot per butir telur 2,82 µg, rata-rata jumlah telur per gram 35350 butir. Daya tetas telur BSF adalah 98,6 ± 1,09% dan sintasan larva selama delapan hari pemeliharan 95,65±1,08%. Bobot tubuh per ekor pada usia delapan hari (fase instar 6) adalah 120 mg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakter warna telur menujukkan usia perkembangan yang berbeda dan dengan pemeliharaan yang baik mampu mempertahankan daya tetas telur, sintasan larva dan perkembangan sampai instar enam.
Daya Hambat Ekstrak Aseton Daun Jeringau (Acorus Calamus L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Sclerotium Rofsii Ni Made Susun Parwanayoni; Nyoman Darsini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p2

Abstract

a
Karakteristik dan Hubungan Kekerabatan Ragam Tanaman Kamboja (Plumeria spp.) Di Pulau Bali Berdasarkan Morfologi I Komang Alit Adi Sanjaya; Dewi Puspita Apsari; I Wayan Wahyudi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik morfologi serta menganalisis hubungan kekerabatan tanaman kamboja (Plumeria sp.) di Pulau Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan snowball sampling. Sampel tanaman kamboja diambil dari 7 kabupaten dan kota di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Karangasem. Karakter morfologi yang diamati meliputi morfologi batang, daun dan bunga. Hasil karakterisasi diskoring dan dianalisis menggunakan software Minitab Vis.17 untuk menentukan hubungan kekerabatan. Berdasarkan hasil eksplorasi dan karaktersasi diperoleh 38 ragam tanaman kamboja yang termasuk kedalam 3 spesies yakni sebanyak 24 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria rubra L., 9 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria alba L. dan sisanya sebanyak 5 ragam termasuk ke dalam spesies Plumeria obstusa L. Dari 55 karakter morfologi memisahkan 38 ragam tanaman kamboja di Bali pada indeks kesamaan 60,28% menjadi 6 kelompok. Karakter spesifik yang membedakan ke-38 ragam tanaman kamboja adalah bentuk daun, bentuk petal, bentuk ujung petal dan warna mahkota bunga.
Identifikasi Tumbuhan Anggrek Genus Dendobrium Sp. Berdasarkan Karakter Morfologi Di Kebun Raya Baturraden Adristi Shafa Widyasari; Mochammad Rezky Darmawan; Wiwik Herawati; YB. Gatot Hardiyanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p4

Abstract

Anggrek merupakan tumbuhan yang dikoleksi serta dilestarikan di Kebun Raya Baturraden. Tumbuhan Anggrek termasuk ke dalam kelompok tumbuhan dengan jumlah jenis yang tinggi serta tersebar luas. Penyebaran tersebut salah satunya terdapat di Indonesia dengan jenis berkisar 6000 tumbuhan anggrek. Anggrek menjadi salah satu famili tumbuhan bunga terbesar dengan kisaran 7-10% jenis tumbuhan berbunga. Dendobrium adalah genus anggrek terbesar dari Famili Orchidaceae dengan jumlah jenis mencapai 2000 spesies. Di Indonesia keragaman tumbuhan anggrek mencapai 275 spesies. Kebun Raya Baturraden adalah kebun raya yang terletak di kaki Gunung Slamet bagian selatan. Kebun Raya Baturraden memiliki koleksi dengan penempatan sesuai dengan pola taksonomi, salah satunya adalah Orchidaceae (Anggrek). Kebun Raya Baturraden memiliki Anggrek genus Dendobrium dengan koleksi yang melimpah. Kelimpahan tersebut memiliki kesamaan morfologi sehingga perlu dilakukan pencocokan serta indentifikasi morfologi sehingga menentukkan kebenaran secara global. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui identifikasi dan karakterisasi tumbuhan anggrek koleksi yang terdapat di rumah anggrek dan rumah kaca Kebun Raya Baturaden. Identifikasi dan karakterisasi dilakukan dengan mengamati ciri morfologi. Data karakter yang diperoleh diidentifikasi menggunakan buku Orchids of Java. Berdasarkan hasil identifikasi tumbuhan anggrek koleksi genus Dendobrium sp. di Kebun Raya Baturaden diperoleh 14 spesies yang teridentifikasi. Dua spesies diantaranya adalah spesies yang baru diketahui spesiesnya meliputi Dendobrium pachyphyllum dan Dendobrium linearifolium.
Keanekaragaman Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Teluk Kupang NTT Suprabadevi Ayumayasari S; Lumban Nauli Lumban Toruan; Lady Cindy Soewarlan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

cukup tinggi dan berfungsi sebagai penyumbang nutrisi yang sangat berpotensi bagi perairan di sekitarnya serta dijadikan sebagai habitat bagi biota laut untuk mencari makan dan tempat berlindung. Salah satu organisme yang hidup berasosiasi dengan lamun adalah filum Echinodermata. Keberadaan Echinodermata sangat berpengaruh penting pada tingkat kesuburan substrat dasar perairan yang disebabkan karena secara tidak langsung Echinodermata merupakan biota bentik pemakan deposit (deposit feeder). Saat ini belum ada informasi tentang keanekaragaman Echinodermata pada ekosistem lamun di Pantai Tebing, Kelurahan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, kelimpahan, dan keanekaragaman Echinodermata serta mengetahui kondisi parameter fisika kimia perairan di ekosistem lamun. Pantai Tebing di lokasi penelitian ditemukan 175 individu Echinodermata yang terdiri atas 17 spesies, 14 genus, 13 famili, dan 4 kelas. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman, keseragaman komunitas yang bervariasi. Suhu pada lokasi penelitian adalah 28,68 °C, pH sebesar 7,8, dan salinitas sebesar 30,42. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kondisi parameter sesuai dengan baku mutu No 51 Tahun 2014 antara lain suhu, pH dan salinitas berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perairan Pantai Alak dalam kondisi yang baik.
Efektivitas Serbuk Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Hiperglikemia Elsi Elsi; Iriani Setyawati; Nonny Manampiring; Yermia Semuel Mokosuli; Anita Constanci Christine Tengker; Helen Joan Lawalata
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p6

Abstract

Dua puluh tujuh ekor tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan dibagi menjadi 9 kelompok perlakuan yaitu kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), kontrol positif (K3), serbuk daun kersen 800 mg/kgB (K4), serbuk daun kelor 800 mg/kgBB (K5), serbuk daun kersen 1600 mg/kg BB (K6), serbuk daun kelor 1600 mg/kgBB (K7), kombinasi serbuk daun kersen 400 mg/kgBB dan daun kelor 400 mg/kg BB (K8), kombinasi serbuk daun kersen 800 mg/kg BB dan daun kelor 800 mg/kgBB (K9). Pengukuran kadar glukosa darah tikus dilakukan pada hari ke-3, 7, dan 10. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian dosis kombinasi serbuk daun kersen 800 mg/kgBB dan daun kelor 800 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan
Loloh Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Tidak Cukup Kuat Sebagai Minuman Antioksidan Untuk Memperkuat Sistem Pengobatan Tradisional I Nyoman Arsana; A.A.Ayu Sauca Sunia Widyantari; I Ketut Winantra; Ni Putu Dyah Sartika Sari; Ni Made Ayu Suwandani; Ni Ketut Ayu Juliasih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p7

Abstract

Total Flavonoid dianalisis dengan menggunakan larutan standar quarsetine. Tanin dianalisis dengan menggunakan pereaksi Folin-Denis, aktivitas antioksidan dianalisis dengan menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) sebagai sumber radikal bebas, dan antibakteri dengan metode difusi pada Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan total fenol, total flavonoid, tanin, dan IC50 loloh VB berturut-turut adalah 48,78 mgGAE/100g, 107,31 mg QE/100g, 72,24 mg/100 g, dan 3553,37 ppm. Sedangkan VL berturut-turut sebasar 91,40 mgGAE/100g, 305,65 mg QE/100g, 153,43mg/100g, dan 1507,85ppm. Loloh VB maupun VL belum mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri baik bakteri Gram-positif maupun Gram-negatif. Namun, ekstrak etanol VB dan VL mampu menghambat bakteri Gram-positif tetapi tidak bakteri gram negatif. Kesimpulan, loloh VB dan VL belum cukup kuat sebagai minuman yang kaya senyawa bioaktif dengan kemampuan sebagai antioksidan maupun antibakteri.
Identifikasi dan Skrining Fitokimia Jamur Endofit pada Mangrove Sonneratia alba J.E. Smith Anak Agung Putri Suci Hati; Fainmarinat Selviani Inabuy; Junita Hardini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p8

Abstract

Jamur endofit dikenal sebagai sumber alternatif senyawa bioaktif tumbuhan. Tumbuhan mangrove Sonneratia alba J.E. Smith diketahui berperan sebagai inang bagi jamur endofit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis jamur endofit pada tumbuhan S. alba dan skrining kelompok senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur endofit. Sampel diperoleh di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pamogan, Denpasar Selatan. Pengambilan sampel berupa daun, buah, dan kulit batang tumbuhan yang sehat. Organ daun, buah, dan kulit batang S. alba diisolasi secara in vitro pada media Potato Dextrose Agar (PDA). Isolat murni jamur endofit dimurnikan menurut karakteristik morfologi kemudian ditumbuhkan pada media beras. Isolat murni diidentifikasi dan dilakukan skrining fitokimia secara kolorimetri, meliputi uji alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Dari tujuh isolat jamur endofit diperoleh pada penelitian ini, lima isolat telah teridentifikasi yaitu Colletotrichum dan Phyllosticta dari daun. Penicillium dan Neopestalotiopsis sonneratae dari buah, dan Trichoderma harzianum dari kulit batang. Dua isolat endofit lainnya, yakni dari daun dan kulit batang belum teridentifikasi. Ketujuh isolat menghasilkan metabolit sekunder golongan alkaloid dan terpenoid.  
Fermentasi Etanol Jangka Panjang Khamir IS258 Terimobilisasidalam Beads Matriks Alginat Metode Fed-Batch untuk Pengurangan Penggunaan Kultur Starter Ida Ayu E. P. Wulandari; Indah S. R. Naibaho; Desi N. I. Izzabilah; I M. Mahaputra Wijaya; Ida Bagus W. Gunam; I W. Arnata
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p9

Abstract

Imobilisasi sel menggunakan matrik penjerat (matrix entrapment) merupakan suatu proses untuk menghentikan pergerakan dari sel pada tempat tertentu dalam suatu ruang reaksi dan digunakan sebagai katalis, umumnya digunakan dalam bioteknologi seperti fermentasi etanol karena lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan menggunakan kultur bebas. Isolat khamir IS258 adalah isolat unggul yang diambil dari industri arak di Karangasem Bali berfungsi sebagai agen fermentasi bioetanol. Pada penelitian ini, imobilisasi sel khamir IS258 dibuat dengan menggunakan natrium alginat yang berfungsi sebagai bahan penjerat atau pemerangkap (entrapment) sel khamir IS258 untuk membentuk matriks alginat-IS258. Matriks alginat-IS258 yang dibuat kemudian digunakan untuk fermentasi etanol berulang dari analog nira kelapa yang ditujukan untuk mengganti penggunaan starter baru setiap fermentasi baru dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan analisis bagaimana kemampuan kondisi fermentasi awal dan kondisi fermentasi berjalan oleh khamir IS258 selama fermentasi analog nira berlangsung. Hasil yang diperoleh bahwa semakin lama khamir IS258 dalam beads matriks alginat digunakan maka ukuran struktur butiran (beads) matriks semakin mengembang. Ini dikarenakan populasi sel khamir IS258 yang meningkat di dalam beads matriks, sehingga ukuran beads membesar dan kemungkinan kekuatan struktur pada alginat semakin melemah. Hasil perhitungan jumlah khamir IS258 menggunakan metode total plate count menunjukkan pada beads baru sebanyak 1,6 x 105 CFU/g, dan beads matriks alginat-IS258 setelah pemakaian berulang selama 140 hari sebanyak 6,7 x 105 CFU/g, sel khamir yang mengendap sebanyak 1,5 x 106 CFU/g, dan cairan hasil fermentasi sebanyak 1,1 x 106 CFU/g. Konsentrasi etanol yang diproduksi semakin lama semakin meningkat konsentrasinya dan imobilisasi IS258 pada kalsium alginat dianggap mampu menggantikan penambahan starter IS258 dan menggantikan metode fermentasi sistem batch.
Kapang amilolitik asal Biosite Hutan Pelangi, Ijen Geopark, Indonesia Sutoyo Sutoyo; Safira Isti’nafil Islam; Esti Utarti; Sattya Arimurti; Siswanto Siswanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p10

Abstract

Vegetasi Hutan Pelangi, Ijen Geopark sudah terkonservasi sejak lama, sehingga kemungkinan di dalamnya terdapat diversitas mikrobiota yang potensial sebagai agen hayati pendegradasi berbagai substrat organik. Keberadaan dan pertumbuhan mikroba dalam lingkungan Hutan Pelangi berperan penting dalam membentuk proses antara lain siklus karbon, sehingga keberadaan mikroorganisme tersebut menarik untuk dikaji secara mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat yang mampu mendegradasi substrat amilum secara semikuantitatif dan identifikasi secara morfologi sampai tingkat genus terhadap isolat terpilih. Penelitian diawali dengan isolasi, skrining kapang amilolitik serta identifikasinya secara fenotip terhadap isolat yang potensial aktivitas degradasinya tinggi. Hasil penelitian diperoleh 34 isolat kapang yang menunjukkan keragaman berbeda secara morfologi koloninya dan aktivitasnya dalam menghidrolisis amilum. Sejumlah 22 isolat (64,7%) menunjukkan aktivitas amilolitik dan 12 isolat (35,29%) merupakan kapang non-amilolitik. Hasil ANOVA rata-rata indeks aktivitas amilolitik isolat kapang dan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa isolat kapang IHP30, IHP10, dan IHP9 merupakan tiga isolat kapang amilolitik dengan indeks aktivitas amilolitik tertinggi. Indeks aktivitas masing-masing yaitu isolat kapang IHP30 sebesar 1,65 ± 0,14; IHP10 sebesar 1.47 ± 0,31; dan IHP9 sebesar 1.17 ± 0,06. Berdasarkan karakteristiknya, masing-masing teridentifikasi sebagai Penicillium sp. IHP30, Penicillium sp. IHP10, dan Aspergillus sp. IHP9

Page 1 of 4 | Total Record : 31