Parental parenting has a vital role in the development of a child's personality, including in shaping adolescents' self-confidence. Self-confidence is an individual's belief in their abilities and competence in facing life's challenges. In the modern era, family dynamics and the role of parents in raising children have become increasingly complex. Changes in lifestyle, work demands, and the influence of social media often provide new challenges in parenting patterns. This research aims to determine the relationship between parenting patterns and adolescent self-confidence. This research uses a correlational quantitative approach involving 107 adolescent respondents aged 18-21 years who live in Jakarta. The results of this analysis show that there is a significant positive relationship between democratic and authoritarian parenting patterns and adolescents' self-confidence, while permissive parenting patterns do not have a significant relationship. Based on the results of this research, it is recommended that parents need to implement a democratic parenting pattern, prioritizing two-way communication, empathy, and providing consistent and flexible boundaries. AbstrakPola asuh orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak, termasuk dalam membentuk kepercayaan diri remaja. Kepercayaan diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dan kompetensinya dalam menghadapi tantangan hidup. Di era modern ini, dinamika keluarga dan peran orang tua dalam mengasuh anak semakin kompleks. Perubahan gaya hidup, tuntutan pekerjaan, serta pengaruh media sosial sering kali memberikan tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 107 responden remaja berusia 18-21 tahun yang berdomisili di Jakarta. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh demokratis dan otoriter dengan kepercayaan diri remaja secara signifikan, sementara pola asuh permisif tidak memiliki hubungan signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar orangtua perlu menerapkan pola asuh demokratis, yaitu mengedepankan komunikasi dua arah, empati dan pemberian batasan yang konsisten dan fleksibel.
Copyrights © 2025