Women with disabilities face various barriers in developing economic independence, including limited entrepreneurial skills and low self-efficacy. This study aims to develop and evaluate an experiential learning-based training program to improve both aspects among members of the Indonesian Association of Women with Disabilities. Employing a participatory action research approach, the study was conducted in three phases: needs assessment using the Organization–Task–Person (OTP) model, participatory design and implementation of the training, and evaluation through thematic coding analysis. The results show significant improvements in participants' confidence, business planning awareness, and communication skills. Three major themes emerged: increased self-confidence, more structured entrepreneurial awareness, and improved product communication abilities. The experiential learning-based training not only enhanced participants’ knowledge but also positively influenced their attitudes and behaviors. The study concludes that contextually designed training that integrates self-efficacy and entrepreneurial skills can serve as an effective empowerment strategy for women with disabilities and is recommended for replication in similar community contexts. AbstrakPerempuan penyandang disabilitas menghadapi berbagai hambatan dalam mengembangkan kemandirian ekonomi, termasuk keterbatasan dalam entrepreneurial skill dan rendahnya self-efficacy. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi pelatihan berbasis experiential learning untuk meningkatkan dua aspek tersebut pada anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Dengan pendekatan participatory action research, kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan: analisis kebutuhan dengan model Organization–Task–Person (OTP), desain dan implementasi pelatihan secara partisipatif, serta evaluasi berbasis teknik koding tematik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rasa percaya diri, pemahaman perencanaan usaha, serta keterampilan komunikasi produk peserta. Tiga tema utama yang muncul adalah pertumbuhan keberanian, kesadaran wirausaha yang lebih sistematis, dan keterampilan komunikasi yang aplikatif. Pelatihan berbasis pengalaman terbukti tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengubah sikap dan perilaku peserta secara positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan kontekstual yang mengintegrasikan self-efficacy dan entrepreneurial skill dapat menjadi strategi pemberdayaan efektif bagi perempuan penyandang disabilitas dan direkomendasikan untuk direplikasi dalam konteks komunitas serupa.
Copyrights © 2025