Bapukung is a unique tradition of the Banjar people in South Kalimantan that has been passed down through generations, involving putting a baby to sleep in a sitting position within a cloth cradle wrapped with a long fabric. It is believed that this practice helps babies sleep soundly, reduces fussiness, and supports physical development by strengthening the neck, spine, and posture, and providing a sense of security and comfort. This study aims to explore the cultural meanings, emotional significance, and psychological values embedded in the Bapukung tradition, particularly in relation to child well-being and parental mental health. The methodology employed in this study is a literature review, which involves systematically searching for and critically evaluating relevant sources from academic journals and published papers. The results revealed that beyond health benefits, Bapukung positively impacts a child’s intelligence by promoting quality sleep and establishing healthy sleep patterns. The rocking motion mimics being cradled, offering tranquillity even in noisy environments, and eases parents to care for the baby while managing other activities. Spiritual values such as reciting dzikir and hymns accompany the practice, adding moral and educational dimensions. With its numerous benefits, Bapukung deserves preservation as a cultural heritage that supports holistic child-rearing. AbstrakBapukung adalah tradisi unik masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun-temurun, dengan menidurkan bayi dalam posisi duduk di dalam buaian kain yang dibalut menggunakan kain panjang. Praktik ini dipercaya membantu bayi tidur lebih nyenyak, mengurangi rewel mendukung perkembangan fisik dengan memperkuat leher, tulang belakang, dan postur tubuh serta memberikan rasa aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna budaya, nilai emosional, dan nilai psikologis yang terkandung dalam tradisi bapukung, khususnya kaitannya dengan kesejahteraan anak dan kesehatan mental orang tua. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, yaitu dengan melakukan penelusuran sistematis serta evaluasi kritis terhadap sumber-sumber relevan dari jurnal akademik dan publikasi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa selain manfaat kesehatan, bapukung juga berdampak positif pada kecerdasan anak melalui kualitas tidur yang baik dan pembentukan pola tidur yang sehat. Gerakan mengayun meniru rasa dipeluk, memberikan ketenangan bahkan di lingkungan yang bising. Tradisi ini juga meringankan tugas orang tua,memungkinkan mereka merawat bayi sambil tetap menyelesaikan aktivitas lain. Nilai spiritual seperti pembacaan dzikir dan nyanyian turut mengiringi praktik ini, menambah dimensi moral dan pendidikan. Dengan berbagai manfaat tersebut, bapukung layak dilestarikan sebagai warisan budaya yang mendukung pola pengasuhan anak secara holistik.
Copyrights © 2025