Burnout is a common issue experienced by inclusive teachers due to multidimensional workloads, continuous demands for curriculum adaptation, and the complexity of students’ needs within a single classroom, which may affect psychological well-being and teaching quality. This study aims to explore burnout among inclusive kindergarten teachers and examine the role of emotional intelligence in their mindfulness practices. This research employed a qualitative case-study design with six inclusive kindergarten teachers in Malang, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that teachers’ experiences of burnout are related to how they recognize, manage, and make meaning of their emotional conditions in the context of mindfulness practices. Teachers demonstrated differences in applying mindfulness and dealing with emotional exhaustion, as reflected in their emotional regulation abilities, consistency in mindfulness practices, and workplace environmental support. These findings highlight the importance of developing emotional intelligence and providing institutional support as part of efforts to reduce burnout among inclusive teachers. Abstrak Burnout merupakan masalah yang banyak dialami oleh guru inklusif akibat beban kerja yang multidimensi seperti tuntutan adaptasi kurikulum yang berkelanjutan dan kompleksitas kebutuhan siswa dalam satu kelas, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kualitas pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman burnout pada guru TK inklusif serta peran kecerdasan emosional dalam praktik mindfulness yang mereka lakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan enam guru TK inklusif di Malang, Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman guru dalam menghadapi burnout berkaitan dengan cara mereka mengenali, mengelola, dan memaknai kondisi emosional mereka dalam konteks praktik mindfulness. Guru menunjukkan perbedaan pengalaman dalam menerapkan mindfulness dan menghadapi kelelahan emosional. Hal ini tercermin dari kemampuan regulasi emosi, konsistensi praktik mindfulness, serta dukungan lingkungan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan dukungan institusional dalam upaya mengurangi burnout pada guru inklusif.
Copyrights © 2026