Sejak Indonesia menerapkan sistem proporsional terbuka, afirmasi 30 persen dan sistem zipper dalam pemilihan anggota legislatif , peluang dan kesempatan dimiliki perempuan dalam memenangkan kursi pada kontestasi tersebut semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keterpilihan dan kebertahanan politisi perempuan dalam pemilihan legislatif di Indonesia, khususnya di daerah pemilihan Kota Makassar pada Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis berbasis teori perilaku dan klientelisme politik. Temuan menunjukkan bahwa kebertahanan perempuan dalam politik tidak lepas dari minat berpolitik yang kuat dari aktor politik perempuan, dukungan keluarga, serta jaringan sosial dan ekonomi yang dimiliki. Selain itu, politik transaksional dan kerjasama antar caleg lintas partai juga menjadi strategi umum untuk memenangkan pemilu. Meskipun perempuan berhasil meraih kursi legislatif, dinamika persaingan politik tetap ketat, dan faktor-faktor eksternal seperti stereotipe gender serta tekanan sosial turut mempengaruhi keberhasilan politisi perempuan di Kota Makassar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait representasi politik perempuan di Indonesia, khususnya dalam konteks daerah urban di Indonesia Timur.
Copyrights © 2026