Cabai rawit (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Produktivitas cabai rawit nasional tahun 2023 mencapai 7,05 t/ha, meningkat 4% dari tahun sebelumnya, namun masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pewarisan karakter dan kemajuan genetik harapan hasil persilangan cabai rawit UNRI C18 dan UNRI C11 pada populasi F2. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Riau dari Januari hingga Agustus 2025, menggunakan rancangan persilangan biparental dengan materi genetik yang terdiri dari tetua 1 (P1) UNRI C18, tetua 2 (P2) UNRI C11, populasi F1, dan populasi F2. Pengamatan dilakukan pada sembilan karakter kuantitatif meliputi umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah, dan tebal daging buah. Data dianalisis menggunakan metode pendugaan heritabilitas Mahmud-Kramer untuk menghitung heritabilitas arti luas serta kemajuan genetik harapan dengan intensitas seleksi 10%. Hasil penelitian menunjukkan populasi F2 memiliki keragaman dan segregasi lebih tinggi dibandingkan dengan F1. Nilai heritabilitas arti luas berkisar 0,07 – 0,76. Karakter produktivitas menunjukkan heritabilitas tinggi, yaitu bobot buah per tanaman (0,56) dan jumlah buah per tanaman (0,51). Kemajuan genetik harapan tertinggi ditemukan pada bobot buah per tanaman (117,35 g) dan jumlah buah per tanaman (99,27 buah), menunjukkan potensi seleksi sangat baik untuk meningkatkan produktivitas.
Copyrights © 2026