Krisan merupakan tanaman hias yang banyak diminati karena keragaman warna dan bentuk bunganya; namun, ketersediaan benih berkualitas tinggi masih menjadi kendala utama dalam budidaya. Pemuliaan mutasi menggunakan mutagen kimia seperti ethyl methane sulfonate (EMS) menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk menghasilkan kultivar unggul dengan sifat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi EMS dan intensitas penetesan terhadap pertumbuhan serta karakteristik morfologi tanaman krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: konsentrasi EMS (0, 50, 150, dan 250 ppm) dan intensitas penetesan (1×, 2×, dan 3× aplikasi). Data dianalisis menggunakan ANOVA, dan Uji DMRT pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi EMS dan intensitas penetesan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Konsentrasi EMS secara tunggal berpengaruh nyata terhadap terbentuknya jumlah tunas dan warna daun. Peningkatan konsentrasi EMS dan intensitas penetesan cenderung menekan pertumbuhan tanaman, namun meningkatkan intensitas warna daun sehingga menghasilkan daun yang lebih gelap. Hasil ini menunjukkan bahwa mutagenesis yang diinduksi oleh EMS dapat secara efektif memengaruhi pertumbuhan dan morfologi krisan, sehingga berpotensi untuk pengembangan kultivar unggul baru.
Copyrights © 2026