Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar berdasarkan hasil belajar matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta mengkaji implikasinya terhadap kesiapan penerapan pendekatan deep learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif pada dua kelas. Instrumen penelitian berupa tes HOTS matematika yang digunakan sebagai indikator kecenderungan berpikir kritis siswa. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan hasil belajar HOTS antara kedua kelas (p = .008 < .05). Siswa dengan skor HOTS yang lebih tinggi menunjukkan kecenderungan berpikir kritis yang lebih baik. Nilai effect size menunjukkan kategori sedang (r = 0,37), yang mengindikasikan bahwa perbedaan yang terjadi tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga memiliki makna praktis. Temuan ini didukung oleh kajian teoritis dan empiris yang menunjukkan bahwa HOTS beririsan dengan keterampilan berpikir kritis serta mendukung kesiapan yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan deep learning. Dengan demikian, siswa dengan kecenderungan berpikir kritis yang lebih tinggi memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengikuti pembelajaran berbasis deep learning. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan HOTS sebagai dasar pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam implementasi deep learning di sekolah dasar.
Copyrights © 2026