Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi implementasi Desa Pintar di Kabupaten Pandeglang, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah desa, merumuskan strategi optimasi, dan mengusulkan model implementasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui tinjauan literatur, wawancara mendalam, observasi lapangan di Desa Langensari, Alaswangi, dan Sodong, serta Diskusi Kelompok Terfokus (DKT) yang melibatkan pemangku kepentingan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Desa Pintar di Kabupaten Pandeglang bervariasi secara signifikan. Desa Alaswangi memanfaatkan platform media sosial untuk menyediakan layanan publik dasar, Desa Langensari masih bergantung pada proses administratif manual akibat keterbatasan koneksi internet, sementara Desa Sodong menunjukkan perkembangan yang lebih maju melalui penggunaan QRIS untuk transaksi digital dan rencana untuk mendirikan sistem informasi desa terintegrasi. Tantangan utama meliputi literasi digital yang terbatas di kalangan pejabat desa dan anggota masyarakat, infrastruktur internet yang tidak memadai, anggaran desa yang terbatas, serta kecenderungan program digitalisasi untuk mengadopsi pendekatan top-down. Strategi optimasi yang diusulkan meliputi peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur internet, integrasi sistem informasi desa, dan mendorong kolaborasi multi-pemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi, dan sektor swasta. Studi ini merekomendasikan model kolaboratif berbasis partisipasi lokal, di mana pemerintah desa bertindak sebagai fasilitator, masyarakat aktif terlibat dalam pemanfaatan teknologi, dan pemangku kepentingan lain memberikan dukungan regulasi, pendanaan, dan inovasi teknologi. Melalui model ini, implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Pandeglang diharapkan menjadi lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026