Rendahnya pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya IUD dan implan, di Desa Ciwaruga masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan reproduksi Berdasarkan hasil pre-test, dari 35 WUS yang menjadi responden, sebanyak 18 orang (51,4%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 10 orang (28,6%) memiliki pengetahuan cukup, dan 7 orang (20,0%) memiliki pengetahuan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang terarah untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong penggunaan kontrasepsi yang efektif serta berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman WUS mengenai MKJP melalui penyuluhan interaktif yang disertai evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 35 WUS dengan materi meliputi manfaat, mekanisme kerja, keamanan, indikasi penggunaan, serta klarifikasi mitos terkait efek samping MKJP. Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 97,1% peserta berada pada kategori pengetahuan baik dan 2,9% pada kategori cukup, serta tidak terdapat lagi peserta dengan pengetahuan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan MKJP efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS dan berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap efek samping, sehingga mendukung peningkatan pemanfaatan kontrasepsi jangka panjang di Desa Ciwaruga.
Copyrights © 2026