Perkembangan ritel modern mendorong pelaku usaha untuk menerapkan berbagai strategi promosi penjualan, seperti discount dan bonus pack, guna menarik minat konsumen. Strategi promosi tersebut sering kali memicu perilaku impulse buying, yaitu pembelian yang dilakukan secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Fenomena ini menjadi permasalahan karena impulse buying berpotensi mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan. Dalam perspektif etika konsumsi Islam, perilaku konsumsi seharusnya didasarkan pada prinsip kesederhanaan, kemaslahatan, serta menghindari israf dan tabdzir. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian untuk mengetahui bagaimana pengaruh price discount dan bonus pack terhadap impulse buying, khususnya pada pelanggan Minimarket Chamart di Kota Bandar Lampung, serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai etika konsumsi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah pelanggan Chamart, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa discount berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Demikian pula, bonus pack juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi terhadap munculnya perilaku pembelian impulsif pada pelanggan Chamart. Namun, dalam perspektif etika konsumsi Islam, perilaku konsumtif yang berlebihan harus dikendalikan agar tidak bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dan kemaslahatan.
Copyrights © 2026