Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses audit telah mengubah lanskap profesi auditor secara fundamental, menawarkan efisiensi dan kedalaman analisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, kemajuan ini memunculkan paradoks: di tengah peningkatan kemampuan teknis, fondasi kualitas audit yaitu skeptisisme profesional justru menghadapi tantangan baru yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana skeptisisme profesional auditor diredefinisi dan diimplementasikan di era AI dengan menggunakan perspektif teori automation bias. Dengan menggunakan metode studi literatur terhadap 23 artikel yang terdiri dari 13 artikel jurnal internasional terindeks Scopus (Q1–Q4) dan 10 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA (SINTA 1–4) yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021 hingga 2026, artikel ini mengkaji distorsi potensial terhadap skeptisisme akibat adopsi AI, seperti risiko automation bias dan ketergantungan berlebihan pada output teknologi. Pembahasan mencakup pula peran baru auditor serta intervensi yang diperlukan untuk mempertahankan skeptisisme. Kesimpulannya, era AI tidak meniadakan kebutuhan akan skeptisisme profesional, tetapi justru meningkatkannya; auditor harus berevolusi dari sekadar pengguna alat menjadi pengawas kritis atas teknologi itu sendiri.
Copyrights © 2026