Ketimpangan kualitas hidup antarwilayah masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa Selatan yang IPM-nya masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia serta menentukan variabel paling dominan selama periode 2015–2024. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak R Studio. Sebelum analisis, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan keandalan model. Hasil menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto dan jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, sedangkan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan. Produk Domestik Regional Bruto menjadi variabel paling dominan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.
Copyrights © 2026