Marline Paendong
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Kecamatan – Kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Berdasarkan Hasil Produksi Pertanian dan Perkebunan Dengan Menggunakkan Analisis Biplot Friscilia Kahuweka; Marline Paendong; Yohanes Langi
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 3 No. 2 (2014): September 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.3.2.2014.5339

Abstract

Pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di negeri Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.Tujuanpenelitianiniadalahmemetakkan secara grafis antara kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow berdasarkan hasil produksi pertanian dan perkebunan dengan menggunakkan Analisis Biplot.Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder tentang banyaknya hasil produksi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2012.Hasilnyamenunjukkanbahwakecamatan-kecamatantelah memiliki hasil produksi pertanian dan perkebunan yang  unggul adalah kecamatan Dumoga Barat, kecamatan Dumoga Utara, kecamatan Dumoga Timur, Lolayan, kecamatan Passi Timur, kecamatan Passi Barat, kecamatan Bilalang, dan  kecamatan Lolak. Sedangkan objek-objek yang belum unggul adalah kecamatan Poigar, kecamatan Bolaang, kecamatan Bolaang Timur, dan kecamatan Sang Tombolang.   Kata kunci : AnalisisBiplot, Produksi Pertanian dan Perkebunan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Minahasa Selatan Alvin Kolinu; Mans Mananohas; Marline Paendong
d'Cartesian Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.15.1.2026.63262

Abstract

Ketimpangan kualitas hidup antarwilayah masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa Selatan yang IPM-nya masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia serta menentukan variabel paling dominan selama periode 2015–2024. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak R Studio. Sebelum analisis, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan keandalan model. Hasil menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto dan jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, sedangkan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan. Produk Domestik Regional Bruto menjadi variabel paling dominan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.