Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kerentanan ketahanan energi nasional pada tahun 2026 yang dipicu oleh eskalasi fluktuasi geopolitik di Timur Tengah. sional dinyatakan dalam kondisi aman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual dengan analisis integratif untuk merumuskKetidakpastian pasokan minyak mentah dunia tersebut berdampak pada munculnya perilaku panic buying dan persepsi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, meskipun secara faktual stok naan strategi mitigasi krisis pada sektor BUMN energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inersia birokrasi dalam protokol komunikasi menjadi hambatan utama dalam merespons kecepatan informasi di era digital. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan model Agile Protocol yang mengintegrasikan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan (Digital Command Integration) dengan strategi narasi berbasis kepercayaan (Trust-Based Communication). Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa transformasi fungsi Hubungan Masyarakat (PR) menjadi unit Risk Intelligence sangat krusial untuk mengelola "Geopolitical Anxiety" pada masyarakat. Sinergi antara transparansi data operasional dan empati komunikasi diidentifikasi sebagai instrumen fundamental dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi nasional serta kedaulatan informasi di tengah ketidakpastian global.
Copyrights © 2026