Kampung Onggaya di Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, merupakan wilayah pesisir dengan potensi kelapa yang melimpah, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, rendahnya efisiensi produksi, serta minimnya akses teknologi dan pasar. Pengolahan minyak kelapa yang dilakukan secara tradisional menyebabkan kualitas produk rendah dan volume produksi terbatas, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas, kualitas minyak kelapa, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan model integratif berbasis pemberdayaan komunitas. Kegiatan meliputi pelatihan teknis pengolahan minyak kelapa yang higienis dan efisien, pengembangan teknologi tepat guna berupa alat pemarut motorik, pemeras hidrolik, dan sistem fermentasi alami, serta pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang melibatkan masyarakat secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi, perbaikan mutu minyak kelapa, serta kemampuan awal masyarakat dalam memasarkan produk secara digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan terpadu yang mengombinasikan teknologi, pelatihan, dan pemberdayaan digital efektif dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026