Petani cabai di Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, menghadapi permasalahan kualitas air irigasi akibat tingginya kandungan besi terlarut pada sumber air yang digunakan. Hasil pengukuran awal menunjukkan kadar besi terlarut sebesar 4,11 miligram per liter, yang menyebabkan terbentuknya endapan, penyumbatan saluran irigasi, serta penurunan kualitas lahan pertanian. Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai melalui Dana Internal Yayasan (DIYA) Universitas Medan Area dan bertujuan mengembangkan air baku irigasi yang lebih layak melalui penerapan sistem deironing berbasis aerasi dan penyaringan sederhana yang mudah dioperasikan oleh petani. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal kualitas air, perancangan dan pemasangan sistem deironing, pengujian kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan, serta pendampingan dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan kadar besi terlarut secara signifikan menjadi 0,32 miligram per liter setelah proses pengolahan, disertai peningkatan kejernihan air irigasi. Perbaikan kualitas air tersebut berdampak positif terhadap kondisi lahan dan mendukung pertumbuhan tanaman cabai yang lebih optimal. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan kualitas air irigasi dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada wilayah pertanian dengan permasalahan serupa.
Copyrights © 2026