Permasalahan utama yang dihadapi petani di Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan adalah tingginya tingkat kehilangan hasil dan rendahnya nilai tambah produk akibat penanganan pascapanen yang belum optimal. Produk pertanian umumnya dijual tanpa proses sortasi, pengemasan yang baik, serta tanpa klasifikasi mutu sehingga harga jual relatif rendah dan pendapatan petani belum maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan teknik penanganan pascapanen yang tepat guna guna menurunkan kehilangan hasil, meningkatkan mutu produk, dan mendorong kenaikan pendapatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahap identifikasi masalah, pelatihan dan demonstrasi praktik, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan kehilangan hasil secara signifikan, peningkatan kemampuan teknis petani dalam sortasi dan pengemasan, serta kenaikan harga jual produk setelah dilakukan klasifikasi mutu. Selain itu, terjadi penguatan kerja sama kelompok dalam pengelolaan pengemasan secara kolektif. Secara keseluruhan, optimalisasi penanganan pascapanen terbukti efektif dalam meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan petani.
Copyrights © 2026