Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis media sosial Telegram pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kelas XI di SMA Negeri 5 Tambusai Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation)untuk menghasilkan produk yang terstruktur dan tervalidasi. Kelayakan media ditentukan melalui validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta analisis hasil belajar siswa melalui instrumen beta testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bot pembelajaran dengan nama @TIK_SMA5_TambusaiUtaraBot efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan kognitif siswa secara signifikan setelah penggunaan media tersebut. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Telegram ini dinyatakan sangat layak dan efektif digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran di dalam kelas.
Copyrights © 2026