Pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan sering menghadapi hambatan akibat keterbatasan lahan produktif dan rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Kampung Oase Songo di Kota Surabaya menjadi contoh kawasan yang berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan Community Based Tourism (CBT) berbasis Urban Farming. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pelatihan masyarakat sebagai bentuk penerapan CBT berbasis Urban Farming terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberdayaan masyarakat perkotaan dalam menciptakan aktivitas ekonomi ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi warga secara langsung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian terdiri atas 320 kepala keluarga, dan sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala likert dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan masyarakat berbasis CBT dan Urban Farming berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan menjadi bentuk penerapan CBT yang efektif dalam meningkatkan keterampilan, pendapatan, serta kesadaran lingkungan masyarakat. Penelitian ini signifikan karena memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan pelatihan berbasis komunitas sebagai strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Copyrights © 2026