Penelitian ini menganalisis efisiensi pembelajaran praktikum jaringan komputer melalui laboratorium virtual (Cisco Packet Tracer) di institusi vokasi. Masalah utama yang diangkat adalah keterbatasan perangkat keras dan tingginya biaya operasional laboratorium fisik. Menggunakan metode quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group, penelitian ini membandingkan kelas eksperimen (virtual) dan kelas kontrol (fisik). Hasil menunjukkan bahwa laboratorium virtual meningkatkan capaian kognitif secara signifikan dengan skor N-gain 0,74 (kategori tinggi). Dari sisi operasional, penggunaan simulator mampu mereduksi waktu praktikum sebesar 57,1% dibandingkan perangkat fisik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa laboratorium virtual adalah solusi efisien untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur tanpa mengurangi kualitas kompetensi teknis. Disarankan bagi institusi vokasi untuk menerapkan strategi pembelajaran Virtual-First guna mengoptimalkan anggaran dan efektivitas jam praktikum.
Copyrights © 2026