Background: Masalah gizi buruk pada anak-anak merupakan salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas X. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak melalui pendekatan pemberdayaan keluarga. Metode: Kegiatan ini melibatkan edukasi dan pelatihan bagi keluarga, serta pemberdayaan kader kesehatan lokalebagai agen perubahan. Dengan pendekatan partisipatif, keluarga diberikan pengetahuan tentang gizi seimbang dan cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil: Pengabidan ini meningkatkan pengetahuan keluarga secara signifikan dengan kenaikan skor rata-rata dari 4,6 menjadi 9,0. Capaian konkret meliputi penyusunan menu harian bergizi berbasis ekonomi local, penguatan peran kader kesehatan sebagai edukator mandiri serta kemandirian keluarga dalam praktik food model dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui KMS. Kesimpulan: program ini menunjukkan bahwa pelibatan aktif keluarga dan komunitas dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi masalah gizi buruk pada anak-anak.
Copyrights © 2026