Pendahuluan: Peningkatan konsumsi gula tambahan pada anak usia dini menjadi perhatian global karena berkaitan dengan risiko obesitas, gangguan metabolik, dan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2 (Diabetes mellitus). Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Tabumela Kabupaten Gorontalo, yang ditandai dengan tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula pada anak balita serta rendahnya literasi gizi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai risiko konsumsi gula berlebih, menurunkan kebiasaan konsumsi gula pada anak balita, serta memberdayakan ibu dan kader posyandu melalui Gerakan Keluarga Sadar Gula. Metode: Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, wawancara, serta media leaflet dan video. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 dengan melibatkan 32 ibu balita, kader posyandu, dan bidan koordinator puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre test dan post test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 44,46 menjadi 70,24 (p < 0,05). Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman ibu tentang diabetes melitus dan konsumsi gula berlebih serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahan penyakit tidak menular usia dini berbasis keluarga di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026