Saat ini, konsumsi simbolik berperan sebagai mekanisme reproduksi sosial kelas menengah perkotaan dalam menghadapi ketimpangan daya beli. Studi ini mengeksplorasi bagaimana perilaku konsumsi digunakan sebagai strategi pembentukan konstruksi identitas dan legitimasi sosial oleh kelas menengah di banyak kota di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif mencakup studi literatur, analisis dokumen, dan telaah konten media sosial, studi ini menggunankan lensa teori masyarakat konsumen Baudrillard serta konsep habitus dan modal sosial dari Bourdieu. Temuan studi menunjukkan: konsumsi simbolik berfungsi sebagai praktik diferensiasi sosial yang memperkuat hierarki kelas di masyarakat perkotaan. Ilusi kelas menengah direproduksi melalui representasi digital dan struktur ekonomi kota yang eksklusif dan timpang. Studi ini menyimpulkan bahwa kesenjangan sosial tidak hanya terefleksi secara ekonomi, tetapi juga dilegitimasi melalui konsumsi simbolik yang memperkokoh stratifikasi sosial.
Copyrights © 2026