Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1

Gambaran pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa

Try Yogi Damar Pamungkas (Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati)
Rose Indriyati (Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati)
Siti Maria Ulfah (Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2026

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a permanent and progressive decline in kidney function, causing the kidneys to lose their ability to regulate fluid balance, electrolytes, and body metabolism. In the final stages, CKD patients require renal replacement therapy such as hemodialysis to maintain quality of life and prevent complications. Hemodialysis works through the processes of diffusion, osmosis, and ultrafiltration to cleanse the blood of metabolic waste. Purpose: To get an overview of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Method: This retrospective descriptive study involved 65 respondents selected using total sampling technique from secondary medical record data at Arjawinangun Regional Hospital, Cirebon Regency in 2024, with research instruments including demographic variables, clinical conditions (body weight, comorbidities, duration of hemodialysis), and laboratory parameters in the form of urea levels, creatinine, and eGFR values. Results: The majority of female patients who are at risk of kidney disease diagnosed with chronic failure, patients who will undergo hemodialysis treatment are late adult women with low education, most of whom have hypertension as a comorbidity, the highest serum urea levels in the category (100 - 200 mg / dL) and the highest serum creatinine levels in the category (5.00 - 10.00) and the average eLFG shows a decrease in kidney function in the category (< 6 mL / min). Conclusion: Most chronic kidney failure patients are in the end-stage condition (stage 5) with a very significant decline in kidney function eGFR < 6 mL/min, whose profile is dominated by the productive age group and elderly women with low educational background and a history of hypertension as the main comorbidity. Suggestion: Further researchers should examine the relationship between urea, creatinine, and eGFR levels with patient demographic and clinical factors and conduct long-term studies of hemodialysis therapy based on patient characteristics, weight gain, and quality of life.   Keywords: Chronic Kidney Failure; Creatinine; Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR); Hemodialysis; Urea Levels.   Pendahuluan: Penurunan fungsi ginjal yang mengakibatkan progesif disebut dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK), dan akan terjadi permanen, maka dalam penggunaan ginjal kehilangan kemampuan mengatur keseimbangan, antara lain merupakan cairan, juga elektrolit, serta metabolisme yang ada dalam tubuh. Akan ada terapi pergantian ginjal di masa tahap terakhir yang disebut sebagai hemodialisa. Itu merupakan cara   mempertahankan kualitas di hidup juga mencegah komplikasi. Hemodialisa bekerja dengan proses pemindahan partikel suatu zat yaitu difusi serta osmosis, dan ultrafiltrasi yang berperan untuk membersihkan darah dari sisa metabolisme. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran pasien gagal ginjal kronis dalam menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini melibatkan 65 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling dari data sekunder rekam medis di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon tahun 2024, dengan instrumen penelitian mencakup variabel demografi, kondisi klinis (berat badan, komorbid, lama hemodialisa), serta parameter laboratorium berupa kadar ureum, kreatinin, dan nilai eLFG. Hasil: Mayoritas penderita berjenis kelamin perempuan yang menjadi pasien beresiko ginjal yang didiagnosis gagal kronik, penderita akan menempuh pengobatan hemodialisa yakni perempuan usia dewasa akhir dengan pendidikan rendah, sebagian besar memiliki hipertensi sebagai komorbid, kadar ureum serum terbanyak pada kategori (100 – 200 mg/dL) dan kadar kreatinin serum terbanyak pada kategori (5.00 – 10.00) serta rata-rata eLFG menunjukkan penurunan fungsi ginjal pada kategori (< 6 mL/min). Simpulan: Sebagian besar pasien gagal ginjal kronis berada pada kondisi stadium akhir (stadium 5) dengan penurunan fungsi ginjal yang sangat signifikan eLFG < 6 mL/min, yang profilnya didominasi oleh kelompok usia produktif dan lansia perempuan dengan latar belakang pendidikan rendah serta memiliki riwayat hipertensi sebagai penyakit penyerta utama. Saran: Peneliti selanjutnya agar meneliti mengenai hubungan antara kadar ureum, kreatinin, dan eLFG dengan faktor demografis dan klinis pasien serta melakukan penelitian jangka panjang terapi hemodialisa berdasarkan karakteristik pasien, peningkatan berat badan dan kualitas hidup.   Kata Kunci: Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG); Gagal Ginjal Kronis; Hemodialisa; Kadar Ureum; Kreatinin.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...