Kilang minyak di Dumai berperan strategis dalam pemenuhan energi nasional, terutama melalui unit Hydrocracking (HCU) yang mengolah fraksi berat menjadi produk bernilai tinggi. Kompleksitas operasi HCU memerlukan sistem kendali yang akurat agar stabilitas proses dan efisiensi energi tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan penerapan Advanced Process Control (APC) pada Reboiler 212-H3 dengan mengidentifikasi dinamika proses melalui pemodelan matematis. Metode kuantitatif digunakan dengan melakukan step test pada data historis operasional Juni 2025. Identifikasi model memakai metode Reaction Curve untuk memperoleh parameter First Order Plus Dead Time (FOPDT) pada dua pasangan variabel: Flow Bottom dan Flow Automotive Diesel Oil (ADO) sebagai variabel manipulasi terhadap Coil Outlet Temperature (COT) H-3 sebagai variabel terkontrol. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik dinamika. Model Flow Bottom memiliki K 2,465; θ 106,420 menit; dan τ 20,082 menit, sedangkan Flow ADO memiliki K = -5,214; θ = 0 menit; dan τ = 1.715,412 menit. Validasi overlay grafik menunjukkan model cukup akurat dan layak menjadi dasar perancangan APC lanjutan.
Copyrights © 2026