Penelitian ini menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Riau tahun 2024 dengan mempertimbangkan efek spasial antarwilayah. Tiga variabel bebas yang digunakan, yaitu Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan Persentase Penduduk Miskin (PPM). Analisis ini dilakukan dengan menggunakan model Gamma–INLA dengan prior Besag ICAR, serta dibandingkan dengan model GLM Gamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RLS berpengaruh positif signifikan, sedangkan PPM berpengaruh negatif signifikan terhadap IPM. Variabel TPAK tidak berpengaruh signifikan. Nilai DIC (64.749) dan WAIC (61.509) mengindikasikan bahwa model INLA memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan GLM. Secara spasial, Pekanbaru dan Siak memiliki IPM di atas ekspektasi model, sedangkan Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti berada di bawah ekspektasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan dan kemiskinan merupakan faktor yang dominan dalam variasi indeks pembangunan manusia, sementara pendekatan spasial Gamma–INLA terbukti efektif dalam mengidentifikasi ketimpangan wilayah di Provinsi Riau.
Copyrights © 2026