Kekerasan seksual menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pandeglang yang mencatat 18 kasus pada awal tahun 2025, sehingga pemerintah membentuk Satgas Anti Kekerasan Seksual melalui program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan Satgas di SMAN 4 Pandeglang serta hambatan yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satgas berperan efektif dalam mencegah kekerasan seksual melalui sosialisasi rutin, pembiasaan keagamaan, integrasi kurikulum, asesmen diagnostik, dan kolaborasi dengan pihak eksternal, serta tidak ditemukan kasus selama masa operasional. Namun, Satgas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan dana, SDM, kurangnya keterlibatan orang tua, keterbatasan data riwayat siswa, dan pengaruh teknologi. Secara keseluruhan, Satgas berperan efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman melalui pendekatan holistik, namun diperlukan dukungan anggaran, pelatihan berkelanjutan, program parenting, dan penguatan kolaborasi untuk meningkatkan efektivitas ke depan.
Copyrights © 2026