Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Eksperiential Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta dampaknya terhadap pembentukan sikap siswa kelas I di SDIT Vinca Rosea Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru PAI dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan empat tahapan eksperiential Learning, yaitu konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Kegiatan seperti praktik wudhu, diskusi nilai, dan tugas rumah mendukung siswa mencapai domain afektif tingkat receiving, responding, dan valuing. Namun, beberapa kendala waktu terbatas, pemahaman guru yang belum optimal, serta minimnya keterlibatan orang tua yang menghambat perkembangan sisiwa pada tahap organization dan characterization. Oelh karena itu diperlukan peningkatan kompetensi guru, perencanaan matang, serta keterlibatan orang tua dan sekolah agar internalisasi nilai dapat berjalan lebih mendalam dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026