Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang secara konsisten dikaitkan dengan minat belajar siswa sekolah dasar pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020. Melalui analisis tematik terhadap 63 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC, penelitian mengungkap empat faktor determinan utama. Temuan ini didukung oleh data kuantitatif yang menunjukkan bahwa 47 dari 63 studi (74,6%) mendukung faktor relevansi budaya, 39 studi (61,9%) mendukung kualitas media, 28 studi (44,4%) menekankan peran guru, dan 22 studi (34,9%) mengonfirmasi karakteristik siswa (self-efficacy). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, khususnya filosofi Tri Hita Karana dalam konteks Bali, berfungsi sebagai kerangka makna budaya yang memperkaya relevansi pembelajaran dan membangun keterkaitan emosional siswa dengan materi. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan media pembelajaran IPAS yang secara intensional merekayasa pengalaman belajar bermakna melalui kontekstualisasi budaya lokal. Implikasi praktisnya adalah panduan desain media yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun keterkaitan emosional siswa dengan materi melalui representasi nilai-nilai lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026