Isu-isu seperti radikalisme, liberalisme, dan sekularisme sering kali menyusup melalui media digital, menciptakan kebingungan dan kerentanan akidah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Majelis Taklim sebagai pusat pendidikan non-formal dan efektivitasnya dalam memperkuat akidah masyarakat Muslim di Kota Tual. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus Majelis Taklim, ustaz/ustazah, dan anggota aktif dibeberapa lokasi representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim berperan strategis dalam menyediakan pendidikan agama non-formal yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Strategi penguatan akidah dilakukan melalui metode dakwah persuasif, diskusi interaktif, dan pembelajaran rutin yang fokus pada materi tauhid, akhlak, dan fiqh. Partisipasi dalam kegiatan Majelis Taklim memberikan dampak positif yang signifikan, berupa peningkatan pemahaman akidah, penguatan solidaritas sosial, dan perbaikan perilaku spiritual serta moral dikalangan anggotanya. Penelitian ini menegaskan bahwa Majelis Taklim adalah pilar penting dalam menjaga ketahanan spiritual masyarakat di Kota Tual.
Copyrights © 2026