Keterampilan membaca adalah kegiatan untuk menemukan informasi atau pesan. Oleh karena itu, manusia diharuskan untuk membaca agar dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan guna bersaing dengan sesama manusia. Oleh karena itu, keterampilan membaca perlu dilatih sejak usia dini ketika seorang anak memasuki dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi. Formulasi Masalah 1) Bagaimana rencana implementasi pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) Apa proses pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) Apa hasil dari pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Studi Perpustakaan, Teknik Observasi, dan Teknik Uji. Pengaturan (Waktu dan Tempat) Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Penelitian lapangan dilakukan di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Kesimpulan 1 Rencana observasi pembelajaran pada siklus pertama mencapai nilai akhir 2.00 dengan kriteria memadai. Rencana implementasi pembelajaran siklus II pada siklus kedua mencapai nilai akhir 3.01 dengan kriteria baik. 2. Pada siklus pertama proses pembelajaran secara umum mencapai 72,7%, artinya kinerja guru pada siklus pembelajaran II mencapai 84,4%, guru telah melaksanakan tahapan pembelajaran membaca cepat dengan teknik pemecahan masalah. Tahapan pengolahan yang dilakukan guru dalam pembelajaran membaca cepat telah dilakukan dengan baik. 3. Nilai akhir evaluasi siklus pertama pembelajaran ‘Menjumlahkan pekerjaan ini setelah membaca cepat 200 kata per menit’ menunjukkan bahwa penguasaan pembelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Cibeureum belum berhasil. Dari 35 siswa, 17 siswa belum mencapai KKM dan 18 siswa telah mencapai nilai KKM, dengan persentase 51,4% yang tidak mencapai persentase lulus minimum. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 70,58, siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum berhasil pada siklus kedua dari 35 siswa, 27 siswa telah mencapai kriteria minimal, jika dipersentasikan mencapai 77,2% dari siswa kelas VII C dan 8 siswa yang belum mencapai KKM dengan persentase 22,8%. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 78,44.
Copyrights © 2012