Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 4 No 1 (2014)

ANALISIS KONJUNGSI KOORDINATIF DAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA NOVEL “GURITA DAVID” KARYA WILLY W

Ahmad Dedi Mutiadi (Universitas Kuningan)
Didin Syamsudin (Universitas Kuningan)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2025

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Ada berapa dan bagaimanakah penggunaan konjungsi koordinatif pada novel “Gurita David” karya Willy W? 2) Ada berapa dan bagaimanakah penggunaan konjungsi subordinatif pada novel “Gurita David” karya Willy W?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Analitis. Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah novel “Gurita David” Karya Willy W, maka berdasarkan analisis yang penulis lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa 1) ternyata ada 1194 konjungsi koordinatif yang digunakan dan dari 1194 konjungsi koordinatif yang digunakan pada kalimat-kalimat yang ada di novel “Gurita David” karya Willy W ada 253 penggunaan konjungsi koordinatif yang tidak tepat dengan perincian sebagai berikut. Penggunaan konjungsi koordinatif dan (mengandung hubungan makna penjumlahan) 160 pemakaian dan penggunaan konjungsi tetapi (mengandung hubungan makna pertentangan) 93 pemakaian. Jadi frekuensi ketidaktepatan penggunaan konjungsi koordinatif mencapai 21.2 %, 2) ternyata ada 2838 konjungsi subordinatif yang digunakan dan dari 2838 konjungsi subrdinatif yang digunakan pada kalimat-kalimat yang ada di novel “Gurita David” karya Willy W ada satu penggunaan konjungsi subordinatif yang tidak tepat yaitu konjungsi subordinatif yang (mengandung hubungan makna penerang). Jadi, frekuensi ketidaktepatan penggunaan konjungsi koordinatif mencapai 0.04 %.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

pub

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang ...